INDORIOT – EP (2011)

 

Saya bisa saja mereview EP yang berasa Expired tapi Gress ini, tapi fakta bahwa hingga hari ini saya masih menjadi personel band punk kota Bogor ini mengurungkan niat saya. Pasti akan sangat subyektif. Cukup senang rasanya memproses beberapa rekaman-rekaman kami yang tercecer menjadi sebuah EP. Indoriot adalah balada yang mencoba mencatat setiap peristiwa sosial yang terjadi di sekelilingnya. Tuh kan, kesannya jadi berpromosi. Baiklah, saya serahkan sepenuhnya bagi kalian para pembaca yang sempat mampir ke page ini untuk menjadi pereview. Terima Kasih.

DOWNLOAD

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kepo.

http://kamusgaul.com/content/kepo

Indonesia, tepatnya Jakarta kembali menciptakan kata ajaib bernama Kepo. Trending Term yang terdengar ke-Jepang-jepangan ini berhasil mengkudeta kata “Penasaran” di setiap ruang gaul. Saya tidak begitu peduli siapa inventornya, Kepo bagi saya adalah istilah penanda zaman.

Era Informasi seperti apa yang pernah diramalkan Alvin Toffler  dalam karya tulis masterpiecenya  Third Wave telah mengalami pembengkakan makna. Bila yang disebutkan Toffler adalah informasi yang berbasis IT, maka penemu terminologaul (terminologi gaul) “Kepo” ini berhasil merangkum sebuah fenomena sosial ke dalam sebuah istilah. Ini adalah suatu masa dimana data/informasi  tentang seseorang menjadi berarti dan tekhnologi ataupun media  memanjakan jiwa-jiwa penasaran yang tergabung dalam paguyuban Kepo, ok itu fiktif dan lebay tapi dalam setiap ruang rumpi, ruang nongkrong bahkan ruang sendiri saat browsing internet kita telah dirasuki Kepo.vbs. Goal utama kepo-isme ini adalah rasa penasaran yang terjawab  baik akan sebuah rahasia yang sifatnya hanya Tuhan yang tahu, seperti: “duh nih orang marah gak ya sama gw…gw lihat timeline twitternya kayaknya dia kesel deh sama gw” ataupun hal yang sifatnya “make sure” seperti: “tuh kan bener dia yang kemaren nelpon gw”. Media dan tekhnologi tekhnologi yang berkembang menjadi surga para kepo-ers, sebuah bagian peradaban dan budaya yang harusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih tepat guna. Anda salah bila masih saja menganggap minat baca bangsa ini rendah Baca status facebook, baca timeline twitter, baca tweet, baca blog terdefinisikan menjadi membaca pikiran. Manusia-manusia penasaran ini gemar membaca pikiran seseorang, membuat opini opini yang tak berpihak pada fakta untuk kemudian dijadikan gosip.

Oke-oke saya stop disini aja deh pembahasan ini agar virus kepo tidak menjamah kesucian kognitif saya.

Selamat Pagi.

*anthem kepo: Nirvana-where did you sleep last night.

grafis logo keppo diatas oleh saya.hehe.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

19

Saya tak ingin mengulas euforia ini terlalu detail, karena tentunya akan jadi repetisi Informasi saja dari setiap media yang membahas Sepakbola. Kali ini saya hanya ingin berbagi senang bukan main, sesuatu yang mungkin hanya bisa dirasakan oleh fans sejati Manchester United. Gelar Liga Inggris ke 19 baru saja diraih lewat perjuangan satu musim kompetisi yang boleh dibilang lebih kompetitif dibanding musim-musim sebelumnya. Prediksi saya di awal musim bahwa MU akan alpa Juara BPL lagi meleset, tapi saya justru bersyukur karena hasilnya positif dan di luar dugaan statistik yang ada menunjukkan kalau United bermain luar biasa pada BPL musim 2010/2011 ini.

Premier League
No.
Klub M M S K SG Nilai
1. Manchester United 36 22 10 4 73 – 34 76
2. Chelsea 36 21 7 8 67 – 30 70
3. Arsenal 36 19 10 7 69 – 39 67

Kita bisa melihat di Papan Klasemen sementara (belum termasuk update pertandingan terakhir vs Blackburn Rovers), jumlah agresivitas gol United lebih banyak daripada Chelsea dan Arsenal yang bila dilihat sepanjnag musim ini menunjukkan permainan yang jauh lebih ofensif. Sampai pertandingan liga inggris di hari sabtu ini berakhir pun di daftar top skorer, Dimitar Berbatov masih belum terlewati oleh ex United, Carlos Tevez. Jadi untuk para kritikus yang gemar mengomentari buruknya permainan United musim ini, lihat lagi statistik yang ada bung!statistik itu hal yang logis dan tercatat.

Tapi 2010/2011 adalah sebuah musim yang luar biasa tegangnya, tak ada kenyamanan pada papan klasemen terutama bagi Manchester United. Kekalahan menyakitkan kala bertandang ke markas Arsenal, benar-benar pertanda bahwa tidak akan mudah menjuarai BPL musim ini. Tantangan untuk melangkahi pencapaian Liverpool dalam menjuarai Liga Inggris semakin besar, rasanya seperti angka 19 menghantui diri setiap pemain United.

Setelah pertandingan melawan Arsenal itu frase “bola itu bundar” menjadi sebuah peringatan untuk United untuk tidak kehilangan mental juaranya. Blitzkrieg!! MU Bangkit dengan serangan cepat lewat gol yang dilesakkan Chicarito ketika melawan Chelsea minggu lalu. Tiga poin akhirnya berhasil diraih lewat sebuah permainan yang berbanding 180 derajat dengan saat melawan Arsenal, ya, MU bermain fantastis saat mengalahkan Chelsea 2-1. Kemenangan tersebut menimbulkan optimisme yang besar dan kepercayaan diri yang meningkat. Ewood Park, markas Blackburn Rovers, harusnya secara statistik memudahkan skuad Sir Alex Ferguson untuk memetik 3 Angka dan memastikan gelar juara. Tapi jalannya pertandingan tidaklah semudah yang dibayangkan, kepercayaan diri yang begitu tinggi sempat buyar ketika Tomas Kuszczak melakukan beberapa blunder dan diganjar gol Brett Emerton di babak pertama. Tekanan menjadi sangat besar di kubu setan merah. Saya sampai melihat Vida dan Rio sedikit bersitegang setelah keduanya berbenturan menghalau bola. Jelas hal tersebut merupakan representasi betapa frustasinya United. Lagi-lagi, pahlawan United di pertandingan ini adalah Javier Hernandez yang dijatuhkan oleh Paul Robinson di kotak penalti. Dan Rooney tahu caranya berterima kasih pada determinasi Hernandez tersebut dengan melesakkan penalti. Pertandingan berakhir seri, United dipastikan menjuarai Barclays Premier League (BPL) msuim 2010/2011 dengan perjuangan yang sangat berat.

Memang, secara subyektif saya berpendapat bahwa squad, taktik dan mental bermain United 2010/2011 ini adalah sebuah adjustment dan transisi. Chicarito dan Smalling memanglah bagus sebagai debutan, terutama Chicarito yang selalu tampil agresif dan produktif  ketika diturunkan. Tapi beberapa pemain seperti Berbatov, Nani, Gibson, Valencia, Anderson, Rafael dan Fabio  sedang mencari kenyamanan bermain di posisi mereka masing-masing, tentu bukanlah hal yang buruk sebenarnya mengingat nama-nama tersebut memberi sumbangsih yang besar pada permainan United di musim ini. Kadang-kadang ada rasa kerinduan saya pada angkatan 98/99, dimana kesolid-an tim adalah hal yang fundamental. Beckham-Scholes-Keane-Giggs, menjadi kuartet gelandang yang ditakuti di Inggris. Tapi sekali lagi saya tak ingin mengecilkan peran-peran pemain United di masa kini, saya rasa squad ini sedang menuju ke arah yang lebih baik. Apalagi kalau kita melihat torehan di luar Inggris, yaitu di Eropa dimana dalam empat tahun terakhir, United berada di tiga partai puncak UEFA Champions League. Barcelona, sang juara Spanyol sudah menanti United di Stadion Wembley untuk partai Final Liga Champions musim ini. Sebuah partai final ulangan musim 2008/2009, yang kala itu dimenangkan secara menyakitakan oleh Lionel Messi dkk.

Saya menyikapi gelar ke 19 ini dengan sukacita. Buat saya United bukanlah sekedar klub sepakbola yang saya cintai tapi juga filosofi kehidupan. United dibenci, diolok-olok, dituduh bersekongkol dengan wasit dan digembosi squadnya (larangan tampil Rooney dan Ferguson) tapi kegigihan mereka menghasilkan sebuah kebanggaan. Buat saya United adalah gambaran kerja keras dan keyakinan.

Selamat untuk gelar Liga Inggris ke 19

Selamat untuk pencapaian rekor jumlah penampilan Ryan Giggs

Selamat untuk Michael Owen yang akhirnya merasakan menjadi juara liga inggris

Selamat untuk 2 dekade yang spektakuler. Top of The Perch.

LOVE UNITED HATE GLAZER.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ratrats – Transmisi di Tiga Dimensi Ep. (2010)

Masih di kota Bogor. Usia scene D.I.Y Punk di kota penuh angkot ini tak saya sadari sudah mencapai 1 Dekade. Pencapaian eksistensi ini disikapi dengan digelarnya acara Satu Dekade Buitenzorg Punk & Skinhead beberapa waktu yang lalu di Puncak. Hampir semua band yang pernah berkontribusi dalam perjalanan scene ikut memeriahkan event ini. Tapi kolom ini tidak akan menceritakan detil acara yang lebih terlihat seperti reuni atau temu kangen itu.

Atensi saya saat itu tertuju pada penampilan sebuah band baru, walaupun secara personil mereka adalah muka-muka lama yang bila mencatut kalimat andalan Bens Leo (kritikus musik jadul-red) pernah menghiasi blantika musik Bogor. Salah satu diantara mereka adalah sosok gitaris kharismatik bernama Norman, jelas bukan BriptuPolisi yang sekarang sedang fenomenal. Membayangkan Norman mempunyai band di luar The Safari, adalah hal yang agak janggal bagi saya. Citra gitaris disco-punk terlalu melekat pada cowok yang juga piawai dalam urusan Recording dan Sound Engineering ini. Tapi lupakanlah The Safari, Inilah RATRATS, yang saat itu tidak membuang kesempatan untuk unjuk distorsi mereka di gigs itu.

Mata saya tapi tak bisa bohong, saat itu ,bila boleh lebay, pandang ini tak beralih pada vokalis mereka. Sosok female Vocalist dengan lengking scream yang mengingatkan saya pada Candace of Jerricho dan sedikit terasa seperti vokalis band Deathrats, Christina Cuniff. Mungkin Cumi, sang  vokalis bahkan personel lain RATRATS termasuk Norman tidak terlalu memperdulikan pada genre apa mereka berpihak, telinga saya meresponnya sebagai perpaduan antara riffs Southern Metal dengan soul Punk.

Transmisi di Tiga Dimensi bila saya boleh memberi kritikan, hanya kurang di artwork sampul CD nya saja. Sekilas bila melihat gambarnya dari kejauhan, akan tampak seperti artwork Seringai, hanya saja versi RATRATS lebih unyu. Saya hanya takut persepsi calon pendengar album ini nantinya mengatakan kalau RATRATS adalah band semacam SERINGAI. Untuk yang satu itu saya siap menjadi pembela, bahwa mereka berbeda. RATRATS energinya jauh lebih raw ketimbang Arian cs. Mereka tak perlu punya istilah pretensius seperti, HIGH OCTANE ROCK, mereka cukup dengan lirik puitis namun tegas seperti pada lagu “Jadi Zombie”. Dengan konten 3 (tiga) track saja, saya kira EP ini cukup menjadi presentasi awal yang baik pada pendengar.

Sekarang kabarnya band ini hanya menyisakan Norman, sebagai personel asli yang masih bertahan. Masuknya Juned mengisi lini bass, yang notabene berlatarbelakang bassis band punk (FAKK, Klub Djahat) dan Dwight Toto Norro ((Bom Bom Car) pada posisi drum, mengentalkan unsur punk dalam karakter RATRATS. Buat saya itu sebuah berita yang sangat bagus, karena sangat disayangkan apabila band ini bubar hanya karena permasalahan personil. Terus mengerat RATRATS!!

RATRATS-Speedometer

RATRATS-Jadi Zombie

RATRATS-Supply Adrenalin

*Jujur, tulisan saya kali ini sangat brengsek. Nyamuk-nyamuk silih berganti hinggap di tubuh saya dan membunuh mood menulis saya. Sebagai gantinya, di lain kesempatan saya akan menginterview band ini. Nantikan saja tanggal mainnya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

No Deal – We’re Gonna Disturb Your Ears EP (2010)

EXT. STASIUN DEPOK.SIANG HARI

CLOSE UP

Budi duduk lesu di peron stasiun Depok, menunggu krl ekonomi ke arah Bogor. Mukanya tampak murung, bahkan T Shirt D.R.I dan rompi penuh emblem yang dia pakai kehilangan citra ke-coolannya. Galau tak dapat dihalau rupanya. Budi, 20 tahun, berkontempasi di bangku peron, mencoba memflashback kejadian yang menimpa dirinya. Belum sempat ke alam pikir, Budi terdistraksi oleh KRL Ekspress yang melintas cepat. Dan ketika melintas dapat terlihat olehnya di setiap gerbong bertuliskan NO DEAL NO FUCKIN DEAL. Dalam hitungan detik, kereta itu sudah hilang dengan hanya menyisakan angin yang hampir menerbangkan topi Trucker bergambar Municipal Waste milik Budi.

Zoom Out. Fade Out. Black Out. End Credit Title.

Begitulah kira-kira ilustrasi storyline imajiner video klip band No Deal yang berjudul Nodeal. Saya hanya berkelakar. Tapi bila saya diberi mandat untuk menggarap video klip untuk mereka, maka story line tersebut bisa saya jadikan masukan. Lagu yang diambil dari EP pertama mereka “We’re Gonna disturb your ears” ini sangatlah catchy, ada kemarahan tapi tetap fun dengan adanya unsur keyboard pada lagu ini. Dan bila didengar keseluruhan dari EP yang tersebar secara gratis ini energi marah tapi fun tersebut memang sangat dominan. Secara subjektif, saya harus mengacungi jempol pada usaha pemuda2 Bogor ini untuk menciptakan  musikalitas Hardcore yang lebih fresh di kota Bogor.  “Proud to be Rain City Kid” dan “B.O.G.O.R” adalah dua lagu yang menurut saya merupakan bentuk manifesto kebangaan mereka akan Bogor, seperti yang dilakukan band-band hardcore luar negeri yang membanggakan domisili scene mereka (NYHC dkk).

Referensi thrashcore/fastcore bahkan hardcore saya sangatlah sedikit, karena itulah saya mencoba mengalah dengan klaim mereka sendiri (via fanpage facebook), bahwa genre mereka adalah Hardcore Punk. Ok, bagi saya itu adalah sebuah pelabelan genre yang sangat “aman”.  Tadi bila saya bilang fresh, bukan berarti No Deal tidak berguru pada senior se-genre mereka, seperti Revolt. Pioner oldschool Hardcore kota Hujan ini menginjeksikan pengaruh yang cukup besar nampaknya pada musikalitas NoDeal. Sempat terlintas juga nama-nama seperti D.R.I, Domestik Doktrin sampai Vitamin X, tapi ngga deh atas dasar ke-catchy-an tadi saya akhirnya bisa bilang:

No Deal mencoba nge-hardcore punk dengan cara mereka sendiri. Catchycore!!

WEBSITE

DOWNLOAD EP

Leave a comment

Filed under Uncategorized

The Kuda – Mystery Torpedo Ep. (2011)

Sekitar 1 tahun (mungkin lebih beberapa bulan) yang lalu jejaring sosial Facebook memperkenalkan saya dengan sosok anonim bernama: Manusia Gua. Salah satu postingan fotonya yang bergambar rekan band saya yang sedang membuat stencil membuat saya secara sukarela meng-add orang ini. Bila saya adalah pemandu bakat sebuah tim sepakbola, maka dari postingan tersebut saya dapat mencium talenta Manusia satu ini. Benar saja, pertemanan dunia maya terus berlanjut. Di Facebook saya dapati akunnya yang dipenuhi oleh update-update status yang bisa dibilang jauh dari kata “PENTING” tapi tetap mendapat respon jempol yang banyak dari entah mungkin fansnya. Ini salah satu bukti otentik:

‎:
..ADUHH MULES,KEBANYAKAN ‘LAIKDIS’ SETATUS ORANG-ORANG…NANTI LANJUTIN LAGI MAEN PESBUG NYA. NONGKRONG DULU,MAU SETORAN.

(Ini Mules Beneran,bukan Rekayasa,sebenar-benarnya mules)

Dalam perbicangan yang random via YM keluarlah nama-nama band yang belum pernah saya denger sebelumnya, dari musisi 50s, melayu hingga surf rock. Sungguh literatur musik yang menarik, dari seseorang yang terlihat “tidak pernah serius” ini. Di luar musik, kami juga membicarakan hal-hal yang tak kalah random, dari soal kehidupan, perkuliahan, sampai cewek idaman. Entahlah bila ia memang seorang homo sapien mk I yang masih hidup di Gua, maka saya pastikan di dalam gua nya tersusun rapih koleksi musik lintas zaman.

Oh ya fakta yang saya dapatkan lagi via chat kala itu adalah ia pernah tergabung dalam sebuah band bergenre horror surf rock, The Wasweswos http://www.myspace.com/thewasweswos. Band tersebut ternyata menjadi sebuah portfolio musik yang cukup untuk  membentuk The Kuda bersama 4 orang temannya (yang juga teman2 saya di Bogor). Hadir sebagai mikrofonis di band tersebut, tanpa mengecilkan peran personil lainnya, Manusia Gua menurut saya menyumbang energi yang besar untuk band ini. Karakter Vokal dengan artikulasi yang kurang jelas, membuat lagu-lagu berlirik Inggris justru terasa benar grammar dan spellingnya.

The Kuda sendiri adalah sebuah bibit unggul dalam peta musik Punk di Bogor. Materi EP pertama mereka ini digarap cukup rapih, mencitrakan anak band dengan referensi musik yang berkecukupan tapi tetap bersahaja dengan etik D.I.Y dalam pendistribusian rekamannya. Ada semangat Dead Kennedys, The Damned, The Germs, dan tidak lupa pahlawan2 revival punk dalam influens musik mereka. Harapan saya band ini tidak tergoda untuk benar-benar menjadi musisi yang mengalah pada sihir major label, karena bila terjadi bagi saya akan mubazir sekali segala tindak D.I.Y yang mereka bangun selama ini. Dan bila mainstream yang mereka pilih, tentunya mereka tidak akan lagi jadi Kuda tanpa kusir yang bebas menentukan arah lari.

Selebihnya tentang band ini akan dikemas di postingan berikutnya, dalam bentuk copy paste interview via chat YM. Tunggu saja.

Jadilah kuda tanpa kusir. Bebas menerabas. YIHAAA!!

DOWNLOAD

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Death – For The Whole World To See (1974/2009, Drag City Recs.)

“Not the Death I was looking for… But still pretty fucking awesome…

maggottilthegrave666 7 months ago 10 
Kira-kira komentar yang dilontarkan oleh salah satu user Youtube tersebut hampir sama dengan pikiran saya ketika hendak Youtube-ing video-video dari band metal asal Amrik dengan nama yang sama. Band ini memang bukan Death-nya Chuck Schuldiner,  keraguan pertama saya terletak pada logo type  band tersebut, Death yang ini jauh dari kesan DEATH (kematian), its just so groovy. Lalu siapakah Death? dan mengapa mereka memaksa seisi dunia untuk memerhatikan band yang tidak panjang umur ini (For the whole world to see) ?.
Tanpa kecanggihan Internet, mungkin saya akan menghentikan rasa penasaran ini dan hanya membuat teori-teori konspirasi kecil di otak saya seperti: mungkinsaja ini memang Death, salah satu pionir death metal yang diancam CIA atau FBI karena musik mereka berkaitan dengan satanisme. Mungkin. Tapi internet memanjakan rasa penasaran itu, dan membawa saya pada informasi  tentang band yang jarang terekspos  ini.
Punk, dalam hal ini musik Punk, ibarat jembatan yang kokoh, jembatan lini masa yang terus ber-evolusi, hal-hal yang lampau dalam musikalitas punk bukan hanya terus terkenang tapi juga terdaur ulang dengan nama revival. Death dalam lini masa perjalanan musik punk bisa dikatakan berada pada periode yang paling kurang beruntung, sebab Death berada di era genre musik rock masih belum akur dengan istilah “Punk”. Penyematan genre Proto Punk tentulah bukan dari era mereka, karena istilah Proto Punk lahir setelah era Punk (1977). Walau saat itu MC5 dan The Stooges mengalami nasib yang sama,  dua nama terakhir tadi tentunya lebih sering terdengar di telinga para revival mania.
Dari berbagai tautan yang saya dapat, Death adalah tiga bersaudara Hackneys, kakak beradik  Afro Amerika dari Detroit yang terbentuk tahun 1971. Mengawali karir sebagai musisi R&B, trio Bobby (bass, vocals), David (guitar), dan Dannis (drums) Hackney lama kelamaan tergoda juga oleh bebunyian rock and roll yang lebih cadas oleh band  “tetangga” mereka, MC5. Banting stir lah Death dan  mencadaskan musikalitas mereka dengan distorsi yang lebih kotor untuk ukuran rock and roll, mereka seperti tak mau ketinggalan momentum kebangkitan scene rock Detroit pada saat itu. Di tahun 1974 mereka merampungkan rekaman mereka yang kelak diberi judul album For The Whole World To See, namun rekaman album ini batal dirilis oleh Columbia Records, karena pada saat itu Death menolak ketika diminta untuk mengganti nama band mereka menjadi lebih komersial. Penolakan tersebut menurut saya merupakan titik ter-punk dari Death, benar saja ternyata mereka tidak pantang menyerah mereka merilis  7″ single “Politicians in My Eyes” b/w “Keep on Knocking,” di bawah label buatan mereka sendiri, Tryangle Label. Death memilih momen bubar yang dramatis, yaitu pada tahun 1977, dimana Punk menjadi pergerakan besar kaum muda. Tahun yang sama ketika Nevermind the Bollocks-nya the Pistols menjadi kontroversi bukan hanya di dunia musik tapi juga di lingkungan sosial.
Ternyata masih ada label rekaman yang memberikan penghormatan pada salah satu legenda proto punk ini, yaitu Drag City Records, sebuah perusahaan rekaman asala Chicago. Dirilis ulanglah For The World To See 35 tahun setelah rekaman awalnya batal rilis. Pada tahun 2009 Drag City Recs merilis ulang album bermaterikan 7 lagu ini, sesuai dengan judul albumnya, Death ingin dunia melihat bahwa Death bukanlah sekedar band yang ngefans dengan sesama rekan Detroit mereka MC5, tapi Death jugalah sebuah band yang mempunyai sejarah dalam lini waktu musik Punk.
R.I.P David Hackney
Rock and Roll Victim:
<a href=”http://www.youtube.com/embed/7sFMDL22bxc” target=”_blank”>

Leave a comment

Filed under Uncategorized